Apakah Anak Anda Mempunyai IQ Tinggi? Cek ciri- cirinya sesuai tahapan usia disini

Apakah buah hati Anda terlihat lebih tinggi dari anak- anak seusianya di umur 3 tahun? Atau si kakak yang berusia 7 tahun tidak bisa lepas dari buku? Tahukah Ayah Bunda, ini bisa menjadi indikasi bahwa buah hati Anda mempunyai IQ tinggi.

Berbagai penelitian telah menunjukkan indikator penting setiap tahapan yang memperlihatkan anak mempunyai IQ tinggi. Saat anak tumbuh dan melewati setiap usia ini, Anda bisa memperhatikan tanda- tanda ini dalam dirinya.

Usia 1-2 tahun : Terpapar Sejumlah Bahasa

Jika orangtua berbicara dengan bahasa yang berbeda, dorong anak juga untuk berbicara lebih dari satu bahasa. Penelitian menunjukkan bahwa berbicara bilingual pada anak usia 1-2 tahun dapat mendorong perkembangan otak mereka. Anak- anak yang terlahir dari orangtua yang berbicara lebih dari satu bahasa akan cenderung mempunyai skor lebih baik dalam tes IQ.

Di penelitian terkait, Peal & Lambert menyimpulkan bahwa pengalaman intelektual dengan dua bahasa secara naluriah dapat membantu anak lebih fleksibel secara mental, unggul dalam membantu konsep, serta mendorong mereka menjadi multi-talenta.

Cara untuk meningkatkan tumbuh kembang anak usia 1-2 tahun :
Bantu anak untuk meningkatkan kemampuan kognifit mereka dengan mendorong mereka untuk menirukan apa yang sedang Anda kerjakan. Lakukan permainan petak umpet atau cilukba untuk meningkatkan memampuan kognitif anak. Beri anak pilihan, seperti “Adek mau pakai baju biru atau kuning?” atau “Adek mau sarapan bubur atau roti?” Memberi anak pilihan akan memberi anak otonomi, sementara orangtua tetap memegang kendali.

Usia 3 tahun : Tumbuh lebih tinggi dibandingkan anak seusianya

Anak yang lebih tinggi dari teman sebayanya di usia 3 tahun cenderung mempunyai IQ tinggi di masa depan. Sebuah studi yagn dilakukan National Bureau of Economic Research mengungkap anak yang IQ nya tinggi biasanya memang bertubuh tinggi.

“Di awal usai 3 tahun sebelum anak masuk sekolah dan sepanjang masa kecilnya, anak-anak yang bertubuh tinggi akan tampil lebih baik dalam tes kognitif,” ungkapnya.

Studi tersebut juga menyatakan bahwa anak- anak yang bertubuh tinggi kemungkinan besar akan menjadi orang dewasa yagn tinggi karena korelasi antara tinggi di masa anak- anak dan deasa sekitar 0.7 untuk wanita dan pria.

Orang dewasa bertubuh tinggi kerap memilih pekerjaan dengan gaji lebih tinggi dimana kemampuan verbal-numerik dan kecerdasan sangat dibutuhkan. Hal ini kerap dikaitkan dengan kemampuan kognitif mereka di masa kecil.

Cara memaksimalkan tumbuh kembang anak usia 3 tahun :
Beri anak waktu yang cukup untuk bermain agar keterampilan motoric mereka berkembang. Di tahapan usia ini, kebanyakan anak bisa berjalan atau berlari tanpa tersandung. Orangtua juga dapat mengajari mereka bermain sepeda roda tiga atau dua.

Dorong anak untuk menggambar dengan krayon atau melakukan kegiatan untuk mengasah ketrampilan motoric halus mereka. Orangtua juga bisa mengajukan pertanyaan sederhana seperti nama dan usia anak. Pertanyaan- pertanyaan seperti ini akan menstimulasi kemampuan berbahasa anak.

Usia 4 tahun : kemampuan menggambar dan melukis orang

JIka di usianya yang menginjak 4 tahun ia cenderung suka kegiatan melukis, maka mereka cenderung mempunyai IQ yang tinggi. Sebuah studi mengungkap bahwa anak usia 4 tahun yang dapat menciptakan gambar manusia yang realistis dapat mengerjakan tes IQ mereka dengan baik.

Dalam proyek yang dilakukan oleh King’s College di London, anak usia 4 tahun harus mengikuti tes Draw-A-Child. Selama tes, anak- anak diminta menggambar manusia secara lengkap dengan mata, hidung, serta tampilan fisik lainnya.

Mereka kemudian memeriksa 15.000 gambar yagn dibuat anak- anak berusia 4 tahun. Anak- anak yang memiliki jiwa seni mempunyai peluang lebih baik dalam mencetak skor yang tinggi di tes IQ. Mereka akan memiliki kecerdasan di atas rata- rata saat usia 4 tahun dan 14 tahun>

“Tes Draw-A-Child dirancang pada tahun 1920 untuk menilai kecerdasan anak-anak, terutama anak usia 4 tahun. Yang mengejutkan kami adalah bahwa hal tersebut berkaitan dengan kecerdasan satu dekade kemudian,” ungkap Dr. Rosaline Arden, peneliti utama dalam studi ini.

Cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia 4 tahun :
Ajak anak bermain bola pantul untuk meningkatkan kemampuan motoriknya. Minta anak untuk mengidentifikasi nama hewan, warna, dan benda- benda lain di sekitarnya agar kognitifnya semakin berkembang. Dorong anak untuk banyak menggambar karena di usia ini mereka mulai menguasai cara memegang pensil dengan benar sehingga membantu kemampuan menulisnya.

Usia 5 tahun : dapat berbohong

Mungkin ini adalah satu- satunya moment saat Ayah Bunda berbahagia karena anak berbohong. Mengapa begitu?

Untuk berbohong, anak membutuhkan kemampuan untuk mengarang cerita dan ini merupakan proses yang rumit untuk anak usia 5 tahun. Para ahli pun menyatakan jika seorang anak bisa berbohong di usia tersebut, maka anak itu akan mempunyai IQ tinggi di kemudian hari.

Di penelitian lain di Kanada yang melibatkan 1200 anak- anak di kelompok usia 2-17 tahun, anak- anak yang mampu berbohong di usia dini ternyata lebih cerdas.

Direktur Institute of Child Study di Toronto University, Dr. Kang Lee, mengungkapkan , “Orangtua tidak perlu khawatir jika anak menceritakan sebuah kebohongan. Anak-anak tidak akan menjadi pendusta patologis. Hampir semua anak berbohong. Ini adalah pertanda ia mencapai milestone yang baru. Mereka yang memiliki perkembangan kognitif yang baik pasti pernah berbohong karena mereka bisa menutupi jejak mereka.”

Cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia 5 tahun :
Bawa anak ke taman dan biarkan ia bermain ayunan atau memanjat. Di usia ini, anak akan semakin terampil dengan kemampuan motoriknya. Beri kesempatan untuk anak menyelesaikan cerita bersama anak. Biarkan mereka yagn memulai dongeng sehingga lama- kelamaan keterampilan kognifit mereka seperti memori dan imajinasi akan semakin berkembang. Dalam kseharian, biarkan anak memakai pakaiannya sendiri.

Usia 6 tahun : bermain alat musik

Sebuah penelitian oleh University of Vermont College mengungkap bahwa anak- anak yang bermain alat musik mempunyai manajemen rasa cemas dan emosi yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak bermain alat musik.

Mereka mempelajari hasil scan otak 232 anak sehat usia 6-18 tahun. Di usia 6 tahun, bermain alat musik membantu kecerdasan emosional anak.

Cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia 6 tahun :
Beri anak kesempatan untuk melakukan segala sesuatunya sendiri. Di usia ini, anak ingin lebih mandiri. Dorong mereka untuk menari karena di usia ini mereka sudah luwes bergerak mengikuti irama dan ketukan musik. Bebaskan mereka untuk melakukan aktifitas fisik sebanyak- banyaknya agar tubuh kecil mereka berkembang.

Usia 7 tahun : menjadi tukang baca yang selalu haus ilmu

Apakah putra putri tercinta di rumah suka membaca segala sesuatu yang ada di sekitarnya atau selalu memegang buku dan terlihat asyik dengan bacaannya? Selain bisa memperbaiki kosakata, membaca adalah indikator anak mempunyai IQ tinggi.

University of Edinburgh dan King’s College di London melakukan penelitian bersama di tahun 2014. Hasilnya, mereka menemukan bahwa anak- anak yang gemar membaca sejak usia 7 tahun lebih akan menjadi sosok yang cerdas saat ia tumbuh dewasa nanti.

Cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia 7 tahun :
Menginjak usia ini, kepribadian anak mulai berkembang. Maka dari itu, orangtua perlu memberi komentar positif yang membantu Anda membangun kepribadiannya. Orangtua juga harus mempunyai kesabaran dan pengertian saat anak merasa frustasi atau cemas saat mengerjakan tugas sekolah.

Latih tanggungjawab anak dengan menugaskan pekerjaan rumah yang sesuai dengan usianya.

Usia 8 tahun : bangun hingga larut malam

Jika buah hati sulit untuk diminta tidur tepat waktu di usia delapan tahun, ini adalah salah satu tanda ia akan tumbuh cerdas dari orang lain. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh oleh London School of Economics, orang dewasa yang cerdas cenderung punya kebiasaan begadang sejak usia dini mereka. Peneliti mengamati bahwa anak cerdas saat tumbuh dewasa menjadi senang begadang dan bangun siang, baik akhir pecan maupun di hari kerja.

Cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia 8 tahun :
Di usia ini, anak mempunyai kebutuhan kuat untuk berteman. Jadi, ini adalah moment yang tepat untuk orangtua mulai membicarakan tentang peer pressure atau tekanan teman sebaya. Di tahap ini, orangtua juga perlu memahami kebutuhan anak tentang privasi. Ajari juga anak untk mengelola keuangan mereka dengan memberi uang saku mingguan yang jumlahnyas udah disesuaikan dengan usia anak.

Usia 9 tahun : makanan sarapan sehat

Anak dengan IQ tinggi lebih senang dengan menu sarapan sehat. Penelitian yang dilakukan University of Cardiff terhadap 5.000 anak usia 9 – 11 tahun mengungkap bahwa mereka yang sarapan dengan gizi seimbang dapat mengerjakan ujian mereka dengan lebih baik.

Cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia 9 tahun :
Di usianya ini, anak mulai penasaran dengan hubungan antara anak laki- laki dan perempuan. Jadi, orangtua sebaiknya lebih terbuka tentang apa yang mereka pikirkan. Dorong mereka untuk membuat keputusannya sendiri.

Usia 10 tahun : kemampuan mengobrol yang baik

Salah satu tanda kecerdasan di usia sepuluh tahun adalah anak senang mengobrol, membuat aturan yang berbeda saat bermain board games, dan bosan dengan anak- anak lain.

Cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia 10 tahun :
Dorong anak untuk bergabung dalam kegiatan kelompok atau menghabiskan waktu bersama teman demi meningkatkan keterampilan sosial. Beri anak waktu untuk melakukan tugas yang sedikit rumit, seperti membantu pekerjaan rumah tangga.

Lanjutkan memupuk kecintaan anak pada kebiasaan membaca buku dengan mendaftarkan anak menjadi anggota perpustkaan atau menyediakan bacaan edukatif di rumah.

Kesimpulan ....

Ayah Bunda, anak ber- IQ tinggi cenderung menampilkan beragam karakteristik, seperti kemampuan mengingat, mengobservasi, serta konsentrasi yang baik. Bahkan di usia mudanya, ia menunjukkan kemampuan luar biasa dalam salah satu bidang, namun tidak demikian dengan anak lain.

Buah hati tercinta mungkin mempunyai beberapa ketertarikan atau minat yang ingin dipelajari lebih dalam. Proses berpikir anak dengan IQ tinggi bisa jadi sangat abstrak untuk anak seusianya. Anak bisa punya segudang ide hasil dari pemikirannya. Ia mudah penasaran dengan segala sesuatu dan tertarik untuk mempelajari hal baru.

Mereka bukan hanya memahami konsep dengan cepat, tapi juga menunjukkan bahwa mereka memahami dalam bahasa yang mudah atau dengan menggunakan contoh.

Bagaimana dengan putra- putri tercinta? Apakah mereka juga mempunyai ciri- ciri di atas sesuai tumbuh kembangnya?

Referensi: The Sun, Psychology Today, theAsianparent Singapura